Pembaruan terakhir: Senin, 12 November 2018
  • 1
  • 2
  • 3
shade
bankum
Layanan Hukum bagi

Masyarakat Tak Mampu

Mahkamah Agung RI pada tanggal 9 Januari 2014 telah menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan
info
Prosedur Pelayanan

Permintaan Informasi

Ketua Mahkamah Agung RI pada tanggal 5 Januari 2011 telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan untuk memudahkan Anda mengakses informasi di Pengadilan
pengaduan
Syarat & Tata Cara

Pengaduan

Syarat dan tata cara pengaduan mengacu pada Lampiran Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No. 076/KMA/SK/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan di Lingkungan Lembaga Peradilan
  • Prosedur Berperkara
  • Penelusuran Perkara
  • Direktori Putusan
  • Info Kasasi/PK
 

Anda bingung bagaimana berperkara di Pengadilan?

Prosedur dan Biaya BerperkaraSilakan membaca bagaimana prosedur berperkara dan biaya berperkara yang berlaku saat ini pada Pengadilan Negeri xxx.

 
 

Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)

SIPP Pengadilan Negeri PalopoSistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) memuat informasi detail perkara, jadwal sidang dan statistik perkara pada Pengadilan Negeri Malili

 
 

Akses Salinan Elektronik Putusan Pengadilan Negeri Malili

Direktori Putusan Pengadilan Negeri PalopoPutusan Pengadilan Negeri Malili yang telah diunggah pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dapat diakses oleh publik

 
 

Pantau Progres Pemeriksaan Upaya Hukum Kasasi/PK Anda

info 64Sistem Informasi Administrasi Perkara Mahkamah Agung Republik Indonesia (SIAP-MARI) memuat informasi data perkara pada tingkat kasasi/PK

 

Headline News

Siswa SMAN 1 Wotu Luwu Timur yang Bunuh Temannya di Kuburan Dihukum Lima Tahun Penjara

 
 MALILI - SY (15), pelaku pembunuhan SS (15), dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Itu sesuai hasil sidang putusan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (18/4/2018).

"Pelaku dihukum lima tahun penjara," kata Ketua PN Malili, Khairul dikonfirmasi TribunLutim.com.

Adapun pasal yang dikenakan terhadap pelaku yaitu pasal 80 ayat 3 jo 76 c uu perlindungan anak.

"Intinya kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian," imbuh Khairul.

Sidang tertutup itu dipimpin Ketua Majelis Hakim yaitu Wakil Ketua PN Malili, Ari Prabawa didapingi Mahyudin dan Reno Hanggara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Luwu Timur di Wotu, Adri E Pontoh,

Pengacara yang ditunjuk PN Malili, Agus Melas yang mendampingi SS.

Di luar ruang sidang, beberapa keluarga korban teriak histeris sambil mengatakan nyawa dibayar nyawa.

Khairul menambahkan, UU yang dikenakan kepada pelaku yang juga anak, harus tunduk pada sistem peradilan pidana anak yang ancaman maksimumnya dibatasi dan hak anak pelaku pun dilindungi.

Kasus meninggalnya Malik Jusriadi dengan pelaku SS didasari ketersinggungan lewat percakapanWhatsApp.

Emosi SS (15) mendidih membaca pesan WhatsApp (WA) yang dikirim Malik Jusriadi (17), Minggu (11/3/2018) malam.

Saat SS minta kaca helm yang dipinjam Malik, siswa SMA Negeri 1 Wotu, Luwu Timur (Lutim), membalas dengan kata kotor (tela....).

Kata itu tidak diterima oleh SS. Dia lalu konfirmasi ke Malik, maksud dari pernyataan itu. Pelaku dan korban yang sama-sama siswa SMAN 1 Wotu itu kemudian saling berbalas WA dengan kalimat “lelaki”.

Keduanya akhirnya sepakat menyelesaikannya secara jantan di depan kuburan di Desa Cendana Hijau, Wotu, sekitar 100 meter dari rumah Malik.

Mendapat tantangan dari SS untuk “berkelahi” di depan kuburan, Malik datang dengan tangan kosong. Sementara SS sudah membekali diri dengan sebilah badik.

Begitu Malik tiba, SS langsung menghujamkan badik ke dada Malik. Harno yang berusaha melerai juga kena tikam di siku.

Duel berujung maut itu terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Malik ke depan kuburan dibonceng oleh Malik Harno Setiawan, sedangkan SS dibonceng oleh Rifky Kurniawan.

"Dalam duel itu, MJ tewas dengan dua luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri atas, satu luka tusuk pada bagian belakang sebelah kiri," kata Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi.

Harno masih berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu. Dia membaya Malik yang bersimbah darah ke RSUD I Lagaligo.

Karena lukanya parah, Malik dirujuk ke RSUD Andi Djemma di Masamba, Luwu Utara. Tapi, dalam perjalanan ke RSUD Andi Djemma, Malik menghembuskan nafas terakhir, Senin (12/3/2018) dini hari.

 

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/18/siswa-sman-1-wotu-luwu-timur-yang-bunuh-temannya-di-kuburan-dihukum-lima-tahun-penjara.

Sidang Kasus Pembunuhan di PN Malili Luwu Timur Ricuh, Keluarga Korban Kejar Pelaku

 
Sidang Kasus Pembunuhan di PN Malili Luwu Timur Ricuh, Keluarga Korban Kejar Pelaku
 
MALILI - Pelaku pembunuhan SS (15) nyaris diamuk keluarga korban di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (5/4/2018).

Keluarga dari korban meninggal, MJ (17), berusaha menyerang saat pelaku keluar dari ruang tahanan menuju ruang persidangan I Lagaligo.

Keluarga korban terus mencari celah untuk memukul SS.

Keluarga korban sakit hati karena anak semata wayang dari Sutati tewas ditikam SS.

Beruntung, anggota Polres Luwu Timur yang sudah berjaga di areal PN Malili mampu menghalau kericuhan itu.

Hingga jalannya sidang, keluarga korban masih tidak tenang dan berteriak di luar ruang sidang.

SS menjalani agenda sidang pembacaan dakwaan dan hasil penelitian Badan Pemasyarakatan Anak (Bapas), dipimpin Ketua Majelis Hakim yaitu Wakil Ketua PN Malili, Ari Prabawa.

Hadir pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Luwu Timur di Wotu, Adri E Pontoh,

Di persidangan tertutup itu, SS didampingi orang tua dan pengacara yang ditunjuk PN Malili, Agus Melas.

Adapun Pasal yang kenakan adalah pasal tunggal yaitu pasal 80 ayat (3) jo pasal 76C Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Kepada keluarga korban agar menghargai proses hukum dan persidangan," kata Ketua PN Malili, Khairul kepada wartawan.

Orang tua korban, Sutati, menyerahkan penuh kasus ini kepada penegak hukum.

JPU Adri mengatakan, pemeriksaan saksi rencananya pekan depan.

"Korban dan pelaku masih di bawah umur jadi pasal dan UU yang dikenakan adalah perlindungan anak," ucap Adri.

Adri berharap sidang selanjutnya bisa berjalan lancar tanpa ada kericuhan yang dapat mengganggu persidangan.

Kasus meninggalnya MJ dengan pelaku SS didasari ketersinggungan lewat percakapan WhatsApp.

Emosi SS(15) mendidih membaca pesan WhatsApp (WA) yang dikirim MJ (17), Minggu (11/3/2018) malam.

Saat SS minta kaca helm yang dipinjam MJ, siswa SMA Negeri 1 Wotu, Luwu Timur (Lutim), membalas dengan kata kotor (tela....).

Kata itu tidak diterima oleh SS.

Dia lalu konfirmasi ke MJ, maksud dari pernyataan itu.

Dua siswa SMAN 1 Wotu itu kemudian saling berbalas WA dengan kalimat “lelaki”.

Keduanya akhirnya sepakat menyelesaikannya secara jantan di depan kuburan di Desa Cendana Hijau, Wotu, sekitar 100 meter dari rumah MJ.

Mendapat tantangan dari SS untuk “berkelahi” di depan kuburan, MJ datang dengan tangan kosong.

Sementara SS sudah membekali diri dengan sebilah badik.

Begitu MJ tiba, Syahrul langsung menghujamkan badik ke dada MJ. Harno yang berusaha melerai juga kena tikam di siku.

Duel berujung maut itu terjadi sekitar pukul 23.00 wita hingga pukul 23.30 wita.

MJ ke depan kuburan dibonceng oleh  Harno Setiawan, sedangkan SS dibonceng oleh Rifky Kurniawan.

Dalam duel itu, MJ tewas dengan dua luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri atas, satu luka tusuk pada bagian belakang sebelah kiri.

Harno masih berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu.

Dia membaya MJ yang bersimbah darah ke RSUD I Lagaligo.

Karena lukanya parah, MJ dirujuk ke RSUD Andi Djemma di Masamba, Luwu Utara.

Tapi, dalam perjalanan ke RSUD Andi Djemma, MJ menghembuskan nafas terakhir.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/05/sidang-kasus-pembunuhan-di-pn-malili-luwu-timur-ricuh-keluarga-korban-kejar-pelaku?page=4.

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+