Pembaruan terakhir: Rabu, 20 Februari 2019
shade

Headline News

Berita Terkini

Kasus Pencabulan Anak Marak di Luwu Timur, Ketua PN Malili Minta Orangtua Lakukan Ini

 
Kasus Pencabulan Anak Marak di Luwu Timur, Ketua PN Malili Minta Orangtua Lakukan Ini

MALILI - Kasus pencabulan hingga pemerkosaan yang menimpa anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup memprihatinkan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Khairul menyarankan para orangtua meningkatkan pengawasan kepada anaknya dalam hal pergaulan.

"Lebih kepada keluarga bahwa pergaulan sekarang sudah bukan lagi ada batasnya tetapi tanpa batas," katanya kepada TribunLutim.com, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, fungsi keluarga dan orangtua adalah membentengi, bisa dengan bekal agama dan pendidikan. Selain itu, orangtua patut peka dengan kata lain tak boleh luput dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

"Tidak boleh membiarkan anaknya berada dalam lingkungan sendiri dengan orang lain," ujarnya.

Menurutnya, kejahatan dimulai karena adanya kesempatan. Perhatian orangtua untuk tidak membiarkan anaknya berdua dengan laki-laki harus dipertegas.

Sekedar informasi, PN Malili, Luwu Timur menangani 11 perkara pencabulan anak. Periode Januari sampai November 2017, hakim pengadilan sudah memvonis 10 perkara. Satu perkara lagi sementara dalam proses.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/11/24/kasus-pencabulan-anak-marak-di-luwu-timur-ketua-pn-maliliminta-orangtua-lakukan-ini.

Sanksi Ini Menanti Pegawai PN Luwu Timur Jika Lakukan Pungli

 
Sanksi Ini Menanti Pegawai PN Luwu Timur Jika Lakukan Pungli
 

MALILI - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Sulsel, Khairul akan memproses hukum pegawainya yang melakukan Pungutan Liar (Pungli).

"Saya tidak main-main apabila ada yang saya temukan. Saya langsung proses hukum," kata Khairul kepada TribunLutim.com dalam pesan WhatsApp, Selasa (26/9/2017).

Itu disampaikan sebagai peringatan bagi pegawainya untuk terus menjaga nama baik PN Malili dari tindakan yang bisa merusak citra lembaganya.

Saat ini, kantor beralamat Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, sudah menerapkan pelayanan satu pintu melalui loket informasi.

Tujuannya agar pemohon tidak lagi masuk dari satu ruangan ke ruangan lain dan mencegah praktek pungli terjadi.

"Jadi kalau ada masyarakat ingin mencari informasi, baik perkembangan perkara dan lain-lain tidak lagi masuk ke setiap ruangan," ucapnya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/09/26/sanksi-ini-menanti-pegawai-pn-luwu-timur-jika-lakukan-pungli.

Ketua PN Malili Luwu Timur Himbau Warga Laporkan Keberadaan Ikbal 'Kolor Ijo

MALILI - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur Khairul mengajak warga yang melihat Ikbal alias Bala (34) dikenal Kolor Ijo Luwu Timur melapor ke pihak berwajib

Ikbal meloloskan diri dari tahanan Narapidana Lapas Klas 1 Makassar, Minggu (7/5/2017).

"Terpidana mati Kolor Ijo melarikan diri dari LP segera laporkan kalau melihat orang tersebut," kata Khairul kepada TribunLutim.com, di Malili.

Ikbal kabur bersama dua narapidana asal Jayapura, Papua, bernama Muh Tajrul Kalibaren dan Rizal Budiman alias Ical sekitar pukul 08.00 Wita saat apel.

Ikbal kolor ijo narapidana hukuman mati sedangkan dua lainnya seumur hidup.

Dalam berkas perkara, Iqbal terbukti melakukan pembunuhan berencana dan penganiyaan berat terhadap 23 wanita di Luwu Timur.

Polisi menangkap Ikbal pada 17 November 2015. Ia mengaku melakukan perbuatan keji itu karena sakit hati terhadap wanita.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/05/07/ketua-pn-malili-luwu-timur-himbau-warga-laporkan-keberadaan-ikbal-kolor-ijo.

PN Malili Tangani 96 Perkara Akta Kelahiran

 
PN Malili Tangani 96 Perkara Akta Kelahiran
 
MALILI- Pengadilan Negeri (PN) Malili Luwu Timur menerima 96 perkara warga terkait salah tulis identitas pada akta kelahiran.
Salah tulis berupa nama, tempat, dan tanggal lahir. Perkara mulai Januari sampai Juli 2017.
Warga yang hendak membetulkan data harus melalui proses pengadilan terlebih dahulu.
Itu sesuai arahan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Luwu Timur yang mengeluarkan akte kelahiran.
"Contoh masalahnya ketika kita cek misalnya suci, tapi yang tertulis succi di akte kelahiran," kata Ketua PN Malili, Khairul kepada wartawan, Rabu (12/7/2017).
Khairul menyarankan Dukcapil berkoordinasi dengan PN Malili terlebih dahulu apabila banyak warga yang membutuhkan di suatu daerah maka PN siap datang untuk sidang di tempat.
Sesuai keputusan Mahkama Konstitusi, kata Khairul, ada kebijaksanaan untuk Dukcapil untuk mengambil keputusan sendiri atau diskresi.
"Kalo ada salah nama yang sedikit atau salah identitas cukup kebijakan dari capil tidak perlu kita sidang," ungkapnya.
Kecuali, kesalaahan fatal seperti tanggal, dan bulan juga satu paketnya salah, itu sudah menjadi urusan Pengadilan.
"Jangan sampai nantinya orang tua pura-pura jadi mudah, atau anak-anak pura pura jadi tua," katanya.
Terpisah, Kepala Dukcapil Luwu Timur Nataniel Rampo, mengatakan sebagian warga saat mengurus identitas ada yang menambahkan nama tidak sesuai identitasnya.
"Kesimpulannya mereka merubah namanya itu, sedangkan saya tidak ada hak untuk mengubah nama, seperti dalam pasal 77 UU 23 bahwa setiap orang tidak boleh menambah mengurangi nama," katanya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/07/12/pn-malili-tangani-96-perkara-akta-kelahiran.

Januari-November 2017, PN Luwu Timur Tangani 11 Kasus Pencabulan, Begini Perkembangannya

 
Januari-November 2017, PN Luwu Timur Tangani 11 Kasus Pencabulan, Begini Perkembangannya
 
 

MALILI - Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), menangani 11 perkara pencabulan anak.

Periode Januari sampai November 2017, hakim pengadilan sudah memvonis 10 perkara.

Satu perkara sementara dalam proses.

Ketua PN Malili Khairul mengatakan, kasus perlindungan anak atau korbannya anak-anak dengan 11 perkara atau 15 persen dari jumlah perkara yang dilimpahkan.

Dari beberapa perkara itu awalnya hasil perkenalan di media sosial.

"Ada juga karena hubungan asmara, pacaran berkenalan di Facebook atau tukar nomor handphone, pacaran lalu terjadilah," kata Khairul kepada TribunLutim.com, Kamis (23/11/2017).

Korbannya, ada yang masih berumur delapan tahun dan pelakunya umur 61 tahun.

"Hukuman yang dijatuhkan bervariasi dari lima tahun sampai 14 tahun," ujarnya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/11/23/januari-november-2017-pn-luwu-timur-tangani-11-kasus-pencabulan-begini-perkembangannya.

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+