Pembaruan terakhir: Senin, 18 Maret 2019
shade

Headline News

Berita Terkini

Siswa SMAN 1 Wotu Luwu Timur yang Bunuh Temannya di Kuburan Dihukum Lima Tahun Penjara

 
 MALILI - SY (15), pelaku pembunuhan SS (15), dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Itu sesuai hasil sidang putusan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (18/4/2018).

"Pelaku dihukum lima tahun penjara," kata Ketua PN Malili, Khairul dikonfirmasi TribunLutim.com.

Adapun pasal yang dikenakan terhadap pelaku yaitu pasal 80 ayat 3 jo 76 c uu perlindungan anak.

"Intinya kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian," imbuh Khairul.

Sidang tertutup itu dipimpin Ketua Majelis Hakim yaitu Wakil Ketua PN Malili, Ari Prabawa didapingi Mahyudin dan Reno Hanggara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Luwu Timur di Wotu, Adri E Pontoh,

Pengacara yang ditunjuk PN Malili, Agus Melas yang mendampingi SS.

Di luar ruang sidang, beberapa keluarga korban teriak histeris sambil mengatakan nyawa dibayar nyawa.

Khairul menambahkan, UU yang dikenakan kepada pelaku yang juga anak, harus tunduk pada sistem peradilan pidana anak yang ancaman maksimumnya dibatasi dan hak anak pelaku pun dilindungi.

Kasus meninggalnya Malik Jusriadi dengan pelaku SS didasari ketersinggungan lewat percakapanWhatsApp.

Emosi SS (15) mendidih membaca pesan WhatsApp (WA) yang dikirim Malik Jusriadi (17), Minggu (11/3/2018) malam.

Saat SS minta kaca helm yang dipinjam Malik, siswa SMA Negeri 1 Wotu, Luwu Timur (Lutim), membalas dengan kata kotor (tela....).

Kata itu tidak diterima oleh SS. Dia lalu konfirmasi ke Malik, maksud dari pernyataan itu. Pelaku dan korban yang sama-sama siswa SMAN 1 Wotu itu kemudian saling berbalas WA dengan kalimat “lelaki”.

Keduanya akhirnya sepakat menyelesaikannya secara jantan di depan kuburan di Desa Cendana Hijau, Wotu, sekitar 100 meter dari rumah Malik.

Mendapat tantangan dari SS untuk “berkelahi” di depan kuburan, Malik datang dengan tangan kosong. Sementara SS sudah membekali diri dengan sebilah badik.

Begitu Malik tiba, SS langsung menghujamkan badik ke dada Malik. Harno yang berusaha melerai juga kena tikam di siku.

Duel berujung maut itu terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Malik ke depan kuburan dibonceng oleh Malik Harno Setiawan, sedangkan SS dibonceng oleh Rifky Kurniawan.

"Dalam duel itu, MJ tewas dengan dua luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri atas, satu luka tusuk pada bagian belakang sebelah kiri," kata Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi.

Harno masih berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu. Dia membaya Malik yang bersimbah darah ke RSUD I Lagaligo.

Karena lukanya parah, Malik dirujuk ke RSUD Andi Djemma di Masamba, Luwu Utara. Tapi, dalam perjalanan ke RSUD Andi Djemma, Malik menghembuskan nafas terakhir, Senin (12/3/2018) dini hari.

 

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/18/siswa-sman-1-wotu-luwu-timur-yang-bunuh-temannya-di-kuburan-dihukum-lima-tahun-penjara.

Sidang Kasus Pembunuhan di PN Malili Luwu Timur Ricuh, Keluarga Korban Kejar Pelaku

 
Sidang Kasus Pembunuhan di PN Malili Luwu Timur Ricuh, Keluarga Korban Kejar Pelaku
 
MALILI - Pelaku pembunuhan SS (15) nyaris diamuk keluarga korban di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (5/4/2018).

Keluarga dari korban meninggal, MJ (17), berusaha menyerang saat pelaku keluar dari ruang tahanan menuju ruang persidangan I Lagaligo.

Keluarga korban terus mencari celah untuk memukul SS.

Keluarga korban sakit hati karena anak semata wayang dari Sutati tewas ditikam SS.

Beruntung, anggota Polres Luwu Timur yang sudah berjaga di areal PN Malili mampu menghalau kericuhan itu.

Hingga jalannya sidang, keluarga korban masih tidak tenang dan berteriak di luar ruang sidang.

SS menjalani agenda sidang pembacaan dakwaan dan hasil penelitian Badan Pemasyarakatan Anak (Bapas), dipimpin Ketua Majelis Hakim yaitu Wakil Ketua PN Malili, Ari Prabawa.

Hadir pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Luwu Timur di Wotu, Adri E Pontoh,

Di persidangan tertutup itu, SS didampingi orang tua dan pengacara yang ditunjuk PN Malili, Agus Melas.

Adapun Pasal yang kenakan adalah pasal tunggal yaitu pasal 80 ayat (3) jo pasal 76C Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Kepada keluarga korban agar menghargai proses hukum dan persidangan," kata Ketua PN Malili, Khairul kepada wartawan.

Orang tua korban, Sutati, menyerahkan penuh kasus ini kepada penegak hukum.

JPU Adri mengatakan, pemeriksaan saksi rencananya pekan depan.

"Korban dan pelaku masih di bawah umur jadi pasal dan UU yang dikenakan adalah perlindungan anak," ucap Adri.

Adri berharap sidang selanjutnya bisa berjalan lancar tanpa ada kericuhan yang dapat mengganggu persidangan.

Kasus meninggalnya MJ dengan pelaku SS didasari ketersinggungan lewat percakapan WhatsApp.

Emosi SS(15) mendidih membaca pesan WhatsApp (WA) yang dikirim MJ (17), Minggu (11/3/2018) malam.

Saat SS minta kaca helm yang dipinjam MJ, siswa SMA Negeri 1 Wotu, Luwu Timur (Lutim), membalas dengan kata kotor (tela....).

Kata itu tidak diterima oleh SS.

Dia lalu konfirmasi ke MJ, maksud dari pernyataan itu.

Dua siswa SMAN 1 Wotu itu kemudian saling berbalas WA dengan kalimat “lelaki”.

Keduanya akhirnya sepakat menyelesaikannya secara jantan di depan kuburan di Desa Cendana Hijau, Wotu, sekitar 100 meter dari rumah MJ.

Mendapat tantangan dari SS untuk “berkelahi” di depan kuburan, MJ datang dengan tangan kosong.

Sementara SS sudah membekali diri dengan sebilah badik.

Begitu MJ tiba, Syahrul langsung menghujamkan badik ke dada MJ. Harno yang berusaha melerai juga kena tikam di siku.

Duel berujung maut itu terjadi sekitar pukul 23.00 wita hingga pukul 23.30 wita.

MJ ke depan kuburan dibonceng oleh  Harno Setiawan, sedangkan SS dibonceng oleh Rifky Kurniawan.

Dalam duel itu, MJ tewas dengan dua luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri atas, satu luka tusuk pada bagian belakang sebelah kiri.

Harno masih berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu.

Dia membaya MJ yang bersimbah darah ke RSUD I Lagaligo.

Karena lukanya parah, MJ dirujuk ke RSUD Andi Djemma di Masamba, Luwu Utara.

Tapi, dalam perjalanan ke RSUD Andi Djemma, MJ menghembuskan nafas terakhir.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/05/sidang-kasus-pembunuhan-di-pn-malili-luwu-timur-ricuh-keluarga-korban-kejar-pelaku?page=4.

Bupati Lutim Beri Kesaksian Kasus Pidana Pemilu Camat Wasuponda, Ketua DPRD Absen

 
Bupati Lutim Beri Kesaksian Kasus Pidana Pemilu Camat Wasuponda, Ketua DPRD Absen
 

MALILI - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler memberi kesaksian pada kasus pidana pemilu yang menjerat Camat Wasuponda, Joni Patabi, Rabu (28/3/2018).

Husler tiba di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) sekitar pukul 09.40 Wita.

Hadir mendampingi Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan, Syahrir Sahin dan Kabag Humas dan Protokol, Alimuddin Banchtiar.

Sementara Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam yang juga dijadwalkan memberi kesaksian, tidak hadir.

Di ruang tunggu PN Malili, Joni Patabi berpakaian batik sudah menunggu pimpinannya tersebut.

Husler yang menggunakan seragam putih sempat menanyakan kabar Joni. Keduanya mengobrol selama tiga menit sebelum memasuki ruang sidang.

Sidang yang di Ketua PN Malili, Khairul selaku majelis hakim memulai sidang sekitar pukul 09.45 Wita.

Di kursi sudut kiri ruang sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Kasi Pidana Umum (Pidum) Jainuardy sudah menunggu. Terdakwa duduk di kursi sudut kanan didampingi pengacara, Agus Melas.

Agenda sidang mendengar keterangan atau bahan baru oleh yang berkepentingan untuk dimintai keteranganya di persidangan.

"Betul? Saudara saksi bernama Ir Muhammad Thorig Husler," kata ketua majelis hakim memulai sidang.

Sebelumnya, Joni berurusan dengan meja hijau setelah dilaporkan anggota Pengawas Kecamatan (Panwascam) Wasuponda ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Terdakwa dilaporkan karena mengajak memilih calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid dan Aziz Qahar Mudzakkar saat sambutan di pelantikan Golkar Kecamatan Wasuponda pada Februari 2018.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/03/28/bupati-lutim-beri-kesaksian-kasus-pidana-pemilu-camat-wasuponda-ketua-dprd-absen.

Camat Wasuponda Jalani Sidang Dakwaan Pidana Pemilu di PN Malili Luwu Timur

MALILI - Camat Wasuponda, Joni Patabi sudah menjalani sidang dakwaan kasus pidana pemilihan umum (Pemilu), Senin (26/3/2018).

Sidang dengan terdakwa, Joni Patabi berlangsung di ruang sidang I Lagaligo, Pengadilan Negeri (PN) Malili, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua majelis hakim dalam sidang tersebut adalah Ketua PN Malili, Khairul. Turut hadir jaksa penuntut umum (JPU), Jainuardy Mulia. "Iya tadi pembacaan dakwaan," kata Jainuardi ditemui TribunLutim.com, di luar ruang sidang.

Dijadwalkan, Selasa (27/3/2018) besok, dilanjutkan dengan agenda sidang mendengar keterangan saksi.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/03/26/camat-wasuponda-jalani-sidang-dakwaan-pidana-pemilu-di-pn-malili-luwu-timur.

Kasus Pencabulan Anak Marak di Luwu Timur, Ketua PN Malili Minta Orangtua Lakukan Ini

 
Kasus Pencabulan Anak Marak di Luwu Timur, Ketua PN Malili Minta Orangtua Lakukan Ini

MALILI - Kasus pencabulan hingga pemerkosaan yang menimpa anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup memprihatinkan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Khairul menyarankan para orangtua meningkatkan pengawasan kepada anaknya dalam hal pergaulan.

"Lebih kepada keluarga bahwa pergaulan sekarang sudah bukan lagi ada batasnya tetapi tanpa batas," katanya kepada TribunLutim.com, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, fungsi keluarga dan orangtua adalah membentengi, bisa dengan bekal agama dan pendidikan. Selain itu, orangtua patut peka dengan kata lain tak boleh luput dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

"Tidak boleh membiarkan anaknya berada dalam lingkungan sendiri dengan orang lain," ujarnya.

Menurutnya, kejahatan dimulai karena adanya kesempatan. Perhatian orangtua untuk tidak membiarkan anaknya berdua dengan laki-laki harus dipertegas.

Sekedar informasi, PN Malili, Luwu Timur menangani 11 perkara pencabulan anak. Periode Januari sampai November 2017, hakim pengadilan sudah memvonis 10 perkara. Satu perkara lagi sementara dalam proses.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/11/24/kasus-pencabulan-anak-marak-di-luwu-timur-ketua-pn-maliliminta-orangtua-lakukan-ini.

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+