Pembaruan terakhir: Selasa, 14 November 2017
shade

Headline News

Berita Terkini

Upacara Memperingati Hari Pahlawan ke 72 di Pengadilan Negeri Malili

PN. MALILI - Bertempat di halaman  Gedung Kantor Pengadilan Negeri Malili  digelar upacara memperingati hari Pahlawan yang ke - 72  dengan Tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri” yang diikuti oleh seluruh stake holder Pengadilan Negeri Malili, Jum’at, 10 November 2017.

Wakil Ketua PN. Malili  Ari Prabawa, S.H., yang bertindak sebagai pembina upacara memberikan amanat tentang arti kemerdekaan yang didapat dari hasil pengorbanan dari para pejuang pejuang yang telah rela mengorbankan baik harta maupun nyawanya. Dan sudah menjadi tugas kita untuk senantiasa melanjutkan perjuangan ini dengan mengisinya dengan bekerja yang lebih baik sesuai dengan tugas dan pokok dan fungsinya masing masing.

Pukul 08.00 WIB, upacara dimulai dengan Penghormatan kepada Pembina Upacara, Laporan Pemimpin Upacara,  Mengheningkan Cipta ditandai dengan bunyi sirine selama 60 detik, Pembacaan Pancasila, Pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Pembacaan Pesan Pesan Para Pahlawan, Amanat Pembina Upacara dan Pembacaan Doa.

Upacara berjalan dengan penuh khidmad meski terik matahari begitu menyengat, namun pagi itu menjadi bukti bahwa Pimpinan dan Aparatur Pengadilan Negeri Malili, terinspirasi semangat para pahlawan yang berjuang memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga tak ada satupun dari peserta upacara yang meninggalkan lokasi upacara yang panas oleh teriknya matahari saat itu. Dalam sambutannya Pembina upacara menyampaikan kepada para peserta upacara agar meneladani sikap tindak para pahlawan bangsa dengan baik dan benar dan juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut sebagai aparatur warga peradilan dituntut untuk bekerja berdasarkan ilmu pengetahuan dibidangnya, memiliki keterampilan yang dilandasi dengan sikap dan kepribadian yang mulia.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Musmuliyadi, SH., MH. (Panmud perdata) Usai upacara peringatan tersebut seluruh peserta membubarkan diri setelah diinstruksikan oleh komandan upacara.

HASIL TES NARKOBA DI PENGADILAN NEGERI MALILI

MALILI-Badan Narotika Kabupaten (BNK) Luwu Timur merilis hasil tes urine sejumlah jajaran warga Pengadilan Negeri Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Alhasil, dari 24 orang warga pegawai PN Malili yang ikut tes urine beberapa waktu yang lalu, semua terdeteksi negatif.

Khairul, SH. MH., selaku Ketua PN Malili mengatakan, alhamdulillah hasil tes urine yang lalu sudah keluar dan hasilnya negatif, ucapnya.

“ini menunjukkan kami dalam melakukan tes bersifat transparan, kami terima kasih kepad pihak BNK Luwu Timur dan Polres Lutim atas kerjasamanya dalam menunjukkan komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika,” ungkapnya.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus menjadi suri tauladan dalam penegakan hukum Khususnya narkotika, ucapnya.

Ia menambahkan, hasil tes ini agak lama pasalnya, ada perbandingan dengan tes darah bagi beberapa pegawai yang dalam pengobatan tertentu. Karena, mengidap kanker, stroke dan malaria sehingga menunjukkan hasil tes darah memang menggunakan obat yang tidak terlarang tapi obat dokter, kuncinya.

 

 

Sumber : http://inputrakyat.co.id/ini-hasil-tes-urine-jajaran-pn-malili/

Putusan Bebas di Pengadilan Negeri Malili atas Perkara Pemalsuan Ijazah

 

MALILI- Kepala Desa Matano, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Jhonlis tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur di Pengadilan Negeri Malili, Kamis (26/10/17). Pasalnya, terdakwa kasus pemalsuan ijazah itu terbebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 2 Tahun penjara, begitu Ketua Majelis Hakim Khairul, SH. MH mengetuk palu hukumannya.

"Menyatakan terdakwa terbebas dari segala dakwaan jaksa penuntut umum, dan membebaskan terdakwa dari perkara pidana yang menjeratnya atau bebas murni," kata Khairul di Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur.

Menurut Khairul, vonis bebas ini diambil berdasarkan keterangan saksi dipersidangan dekaitkan alat bukti surat.

Lanjutnya, ternyata dari prosedur, cara perolehan dan isi ijazah ternyata terdakwa mengikutinya sampai mendaftar, mengikuti ujian dan memperoleh SKHU surat keterangan hasil ujian teregister, yang merupakan dasar penerbitan ijazah. Hal ini sesuai UU no. 20 tahun 2003 dan PP 19 tahun 2005.

Selain itu kata Khairul, dibuktikan juga dengan bukti petunjuk. dimana ijazah paket B itu digunakan juga untuk pendaftaran ijazah paket C, bahkan digunakan dalam pekerjaannya.

Tak hanya itu pihak yang diduga menuduh ijazah palsu yaitu Mardin Mago tidak pernah hadir dipersidangan. Maka dari itu, hakim juga telah menggunakan ukuran objektif dengan melihat alat bukti selama proses persidangan, tegas Khairul.

"Tidak ada satupun saksi yang merupakan tim verifikasi pendaftaran calon kepala desa yang menunjukkan kerugian dari penggunaan ijazah itu," tutupnya.

Selain putusan bebas, juga sekaligus memulihkan hak-hak terdakwa dalam kedudukan, kemampuan, harkat serta martabatnya, kunci Khairul.

 

Sumber :http://inputrakyat.co.id/dituntut-2-tahun-penjara-di-kasus-pemalsuan-ijazah-kades-matano-divonis-bebas/

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Yang ke-89 Tahun 2017

Malili-Bertempat di Pelataran Pengadilan Negeri Malili Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 dilaksanakan dengan khidmat. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Malili Yang Mulia Bapak Khairul, S.H., M.H. selaku Inspektur Upacara.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini di mulai pukul 07:30 WITA dan di ikuti oleh Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta seluruh Staf dan Honorer Pengadilan Negeri Malili sebagai peserta upacara.

Adapun Tema Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah "PEMUDA INDONESIA BERANI BERSATU" sesuai dengan surat instruksi No.939/SEK/HM.01.2/10/2017.

Penilaian Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Tinggi Makassar di Pengadilan Negeri Malili

Malili-Pengadilan Negeri Malili pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 kedatangan Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan, adapun tujuan kedatangan Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) Pengadilan Tinggi Makassar yang dipimpin oleh Yang Mulia Makkasau, S.H., M.H. (Hakim Tinggi) yaitu melakukan  Penilaian (Audit) Akreditasi Penjaminan Mutu terhadap Pengadilan Negeri Malili.

Dalam sambutannnya Yang Mulia Makassau, SH. MH. menyampaikan, Tujuan Akreditasi Penjaminan Mutu ini adalah untuk mewujudkan Performa / Kinerja Peradilan Indonesia Yang Unggul / Prima (Indonesia Court Performance Excelent) . ICPE dapat dicapai melalui kegiatan evaluasi diri, akreditasi, dan sertifkasi. Terdapat 7 (tujuh) kriteria penilaian ICPE dalam akreditasi penjaminan mutu ini. Kriteria tersebut adalah kriteria Leadership, Strategic Planning, Customer Focus, Document System, Resource Management, Process Management, dan kriteria Performance Result.

Audit pun dimulai dari Melakukan wawancara terhadap 4 pilar pimpinan Pengadilan Negeri Malili Yaitu Ketua Pengadilan sebagai TOP Manager, Wakil Ketua Pengadilan Negeri sebagai Management Representative, Panitera sebagai wakil Management Representative dan Sekretaris sebagai document control. pemeriksaan juga dilanjutkan secara on the spot dengan melihat sendiri sistem tata kerja yang dilakukan seluruh aparatur di Pengadilan Negeri Malili. Audit Kepaniteraan dan Kesekretariatan dilakukan dengan didampingi oleh Hakim Pengawas Bidang dan Panitera serta Sekretaris, tak luput dari pengamatan Auditor yaitu melihat fasilitas pelayanan peradilan seperti ruang tunggu, ruang tahanan, ruang menyusui, ruang persidangan, Loket, meja informasi dan ruangan kerja lainnya.

pada pukul 14.00 WITA dilakukan Closing meeting, dan dinyatakan bahwa PN Malili layak direkomendasikan untuk memperoleh Akreditasi tetapi semuanya akan diputuskan melalui rapat TIM Audit Akreditasi pengadilan Tinggi Sulawesi selatan di makassar. Acara closing ditutup dengan do’a dengan harapan agar kedepanya PN Malili akan terus meningkatkan kinerja khususnya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pencari keadilan.

 

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+